Halaman

Total

Rabu, 04 September 2013

RP. 25.000 part 1

Terdengar jeritan kesakitan seorang pemuda berteriak ampun saat dia di hajar oleh masa,namun tiada ampun bagi pemuda itu yang telah mencuri uang dari seorang pedagang.Setelah sesaat dia berhenti berteriak dia pun pingsan di hantam palu besar 2 kali.Padahal dia sudah akan dibawa ke kantor polisi untuk di hukum,tapi apa daya kemarahan masyarakat yang amat sangat besar dan para polisi pun tak bisa mengamankan kondisi itu.Lalu di bawalah dia kerumah sakit terdekat,tapi usaha pemuda itu bertahan pun gagal.Dia mati meninggalkan duka mendalam bagi anak jalanan seusianya.Tapi  apakah uang yang dicurinya senilai RP 25.000 sama harganya dengan nyawanya? Sungguh malang nya pemuda itu,pemuda yang hidup di jalanan.
                 3 bulan yang lalu,seorang pemuda 16 bernama  Soni berjalan menatap dunia yang penuh dengan ketidakadilan bagi dirinya dan keluarga nya.Ayahnya meninggal saat dia masih kecil dan ibunya bekerja di luar negeri tapi tak tahu kabar nya setelah sekian lama.Soni pun terpaksa putus sekolah dan tinggal bersama nenek nya dirumah peninggalan keluarga mereka.Sebenarnya Soni adalah anak yang baik dan sopan,selalu ramah kepada para tetangganya.Tapi setelah ayahnya meninggal dan ibunya bekerja keluar negeri dia jadi tak terurus.Setiap harinya dia membantu nenek berjualan di pasar,hanya untuk menghidupi dan merawat rumah yang ditinggalkan ayahnya.Tak ada yang tahu bagaimana dia bisa berubah secara drastis,hanya aku dan teman-temannya yang hidup dijalanan.Dulu saat dia putus sekolah pun tak ada yang mau berteman dengannya,tapi dia tetap tabah dan sabar menjalani ejekan dari orang-orang.Waktu terus berlalu seiring dia bertambah umur dan memasuki masa remajanya.Berlalu nya waktu pun sifat baik dan ramah mulai menghilang dari dirinya.
                Saat dia berjualan dipasar bersama neneknya,dia mendapat seorang teman bernama Sandi yang kebetulan sedang membeli Rokok Soni.Sandi adalah anak perantauan dari kota lain,dia disini karena dititip kan oleh orang tuanya kepada neneknya.Latar belakangnya hampir sama dengan Soni,namun kedua orang tuanya telah meninggal karena kecelakaan.Dia jadi seperti itu karena tekanan dari keluarga neneknya untuk bekerja 24 jam di sebuah warung makan.Lalu setelah itu dia pergi dari rumah neneknya dan tak pernah kembali sampai sekarang,mereka pun tidak mencarinya karena berpikiran “lebih baik hilang 1 orang dari pada rugi Rp.10.000”.Dia pun sudah melupakan semuanya tentang dirinya dulu.Sandi lalu mengajak Soni ketempatku untuk berkumpul bersama teman-teman yang lain,mereka adalah Doni,andre,dan Vita.Saat itulah Soni mulai merasakan kesenangan yang tak pernah ia rasakan selama 5 tahun,nenek nya pun ikut senang dia dapat teman seperti kami.Tapi nenek takut kalau Soni masuk kejalan yang salah,kadang dia pun dimarai karena selalu pulang malam.Nenek nya takut karena sewaktu-waktu Tuhan bisa mengambil nyawanya dan Soni pun tak ada yang mengurus.Setiap pagi sampai sore Soni berjualan dipasar dan kami pun sering menemuinya dan mengobrol lama,dan setelah selesai berjualan kami pun lanjut untuk berkumpul.
                Beberapa hari kemudian saat berada dipasar,seseorang mengabari kalau neneknya meninggal dunia dan mewariskan rumah beserta isinya.Rumah kecil dipinggir jalan yang sederhana dan mungkin perlu diperbaiki.Kami yang saat itu berada di situ pun langsung ikut bersama Soni untuk melihat neneknya terakhir kali.Dia menangisi kepergian neneknya,didalah hatinya dia berkata ‘mengapa aku tak disisinya saat kepergian nya,ya Tuhan berikanlah dia tempat terbaik disisimu”.Kami pun menenangkan Soni yang sedang berduka.Setelah itu jasadnya langsung di kuburkan TPU desa itu,kami pun turut larut dalam kesedihan yang di alami Soni saat itu.Bagaimana tidak,kami pun pernah kehilangan orang yang kami cintai dan tak ada disisinya saat terkahirnya.
                Lalu 2 hari kemudian setelah kami tidak pernah melihatnya lagi,dia mulai berjualan untuk kebutuhan hidupnya.Kami pun menemuinya dan mengobrol dengannya,saat itu pun dia sudah tidak bersedih lagi.
”Son,gimana keadaan mu saat ini?” aku bertanya
“Aku baik-baik aja kok,walaupun saat ini nenek yang selama ini menemaniku saat aku sendiri sudah tiada tapi aku sudah punya kalian yang bersedia menjadi temanku,terima kasih teman.” Soni menjawab
“Sama-sama son,kami juga senang bisa dapat teman seperti kamu,” tambah vita,
“Senang apa senag ni Vit? Hahaha” Doni,
“Ah kamu ini Vit,juju raja kamu suka sama dia,aku sudah tahu dari awal pas Soni gabung sama kita,hahaha” tambah Andre
“Ah kalian ini,jangan gitu ah,nanti kalian gak aku traktir makan lho,hehe”  Vita balik menjawab,
“sudah-sudah,bercanda aja kalian dari tadi,sekarang karena aku udah lapar aku tagih janjimu Vit.” Sandi,
“hahaha,seperti biasa,tak ada hari selain tertawa seharian…eh bener juga,aku laper banget nie.” Aku berkomentar,
“emang lagi ada acara apa ni?kok tiba-tiba?” Tanya Soni
“kan acara hari jadian kamu sama Vita,yak an Vit? Hahahaha” tambah doni berkomentar,
“haduh,kamu ini,emang kenapa kalau iya?kamu cemburu ya?” vita,
“ya gak lah,siapa juga yang mau sama kamu,aku juga punya pacar sendiri kok,hehe “ Doni komentar
“sudah sudah,jangan berantem,entar malah gak jadi makan-makan nya malah repot,” Sandi,
“iya ni,kami sudah laper vit,benar kan Mack?” andre,
“bener banget,hidup itu susah kalau gak ada makanan cuy,”
“ya udah,mau pada makan dimana ni,di angkringan apa di warung deket pertigaan? Kalau Soni mau makan dimana?” Vita,
“terserah kamu Vit,kan kamu yang punya acara,tapi ada acara apa ni sebenarnya?” Soni,
“entar aja aku jelasin disana,hehe” Vita,
“Suit-Suit,” Doni,
“huh,dasar lu barong” Vita,
“Eh tapi bentar,aku mesti balikin daganganku dulu ni,” Soni,
“Oh tenang,kami bantu bawa dech,yok bawa ni barang” Aku,
“ok”  Doni,Andre,Vita,Sandi.
                Setelah selesai mengantar barang dagangan Soni,kami pun berangkat menuju angkringan untuk makan.Semuanya bergembira tanpa ada rasa sedih yang melanda mereka,dan Soni pun sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya,dia tidak lagi melihat ke belakang.Dia anggap masa lalunya sebagai paajaran yang berharga,dan melihat kearah masa depan.Dan aku merasa ada sesuatu antara Soni dan Vita,mereka terlihat selalu dekat walaupun baru beberapa minggu sejak saat mereka berkenalan.Dan yang tak terduga terjadi,disaat saat mereka asyik mengobrol Soni mengatakan perasaan nya kepada Vita sebagai hadiah ulang tahunya di hari itu.Vita pun langsung menerima perasaan cinta soni karena dari pertama kali bertemu dia sudah suka dengan Soni ang rajin sekali membantu neneknya untuk kebutuhan hidup.
                Hari-hari mereka lalaui bersama dengan kami,sampai kejadian yang tak membuat jantung kami berdetak kencang itu tiba.Hari itu adalah ulang tahun Vita dan Soni ingin memberikan sebuah hadiah kejutan berupa cincin dengan uang yang selama ini dia tabung.Tanpa diduga ternyata harga cincin itu 350 ribu,emas 24 karat seberat 10 gram,saat itu harga emas masih mahal karena kurs Indonesia dan ekonomi Negara kami sedang krisis besar.Demo mahasiswa dan rakyat pun dimana-mana sampai sampai di kota kecil milik kami pun terdengar suara para petani tembakau yang protes tentang cukai tembakau yang begitu besar.tak bisa dipahami memang,karena dengan keadaan itu rakyat dikota kamik semakin menjadi miskin dan anak-anak yang putus sekolah pun bertambah banyak.waktu itu belum ada dana BOS (bantuan operasional sekolah).Lalu Soni berpikir untuk meminjam uang kami untuk menutupi kekurangan nya,sekitar  Rp.50.000,- dan kami pun saat itu tidak punya uang karena belum mengamen untuk hari ini.Saat itu di saku ku hanya ada Rp.25.000,- lalu Soni tiba-tiba berpamitan pergi tapi tak lupa berterima kasih dan akan mengembalikkan nya minggu depan.Dia pergi menuju warung bakso untuk meminjam uang kepada paman dari bapak nya,namun ternyata dia tidak mau member pinjaman karena tahu kalau dia bukan anak baik lagi.Soni pun marah kepada pamannya,percekcokan itu berlangsung sengit sampai terdengan di warung sebelah padahal mereka didalam rumah di belakang warung itu.Soni marah karena pamannya juga yang tidak pernah membantu saat neneknya sedang sakit sampai meninggal,”sungguh kejam sampai-sampai keluarga sendiri pun kau tak mau bantu” teriak Soni, “akan kukembalikan minggu depan,aku janji,aku kembalikan 2 kali lipat” teriak nya lagi. “ah,apa benar kau mau mengembalikan,memang kau kerja apa hah,dasar anak tak tahu diri,urusin dulu tu keluargamu yang miskin itu” paman nya menjawab dengan nada mencemooh nya yang miskin. “asu kowe,berani mencela keluarga ku” balas Soni,lalu Soni pergi begitu saja dan mengambil uang yang ada di laci gerobak bakso itu, “maling,maling…..maling” teriak pamannya dan tiba-tiba segeromblolan orang dating dan menangkap Soni.Kami pun berlari menuju ramai-ramai itu,dan terlihat Soni yang kesakitan karena dipukuli oleh banyak orang.Kami pun mencoba melindungi Soni yang dipukuli dengan menyeret nya keluar dari kerumunan itu,tapi sesaat setelah itu polisi dating dan membawa kami dan Soni kekantor polisi.Keadaan Soni sangat kitis dan polisi itu membawa nya kerumah sakit,di perjalanan pun Vita menangisi Soni yang berdarah dikepalanya dan kritis. “Vit,aku sayang denganmu…. “ ucap soni,”aku juga sayang kamu,” ucap Vita sambil menangis keras, “jangan nangis dong sayang,aku takkan kemana-mana,aku selalu ada disini denganmu”  ucap soni , ”uhhhuuuuhuuuuhuu…”  vita pun menangis semakin keras mendengar kata-kata itu, “bro,jagain vita ya,aku percaya kok pasti kamu bias jagain dia.aku sudah gak kuat lagi,kangen dengan bapak,ibu,sama nenekku,mereka sudah menantiku disana…..” ucap soni sambil tersenyum melihat keatap mobil pick up polisi itu. “lo harus bertahan bro,sebentar lagi kita nyampe rumah sakit,jangan menyerah lah untuk Vita”, jawabku sambil membersihkan darah yang ada dikepalanya. Sementera vita hanya bisa menangis aambil memeluk tubuh soni dengan erat. “ sssstttt nie,,,,” dengan nada lirih sambil memegang saku kanannya dengan maksud agar aku mengambil uang senilai Rp.350.000,- tapi soni menyuruh untuk mengambil Rp.325.000,- karena yang 25 ribu adalah uang yang dicurinya. “bro aku berangkat dulu ya,jaga vita yak arena hanya kamu yang aku percaya bias jaga dia,” ucap soni lagi, “ok bro,gue tau kok ini sudah waktunya” balas aku, “ sayang,jangan menangis lagi karena sekarang aka nada seseorang yang lebih baik lagi dari aku dan bias membahagiakan mu di hari esok” ucap soni sambil mencium dahinya sebagi ucapan kasih sayang dan bukan nafsu. “ aku gak bias jauh darimu sayang,jangan tinggalin aku,aku sayang sama kamu…..sayang,,,,sayang “ ucap vita sambil berteteskan air mata karena soni sudah pergi untuk selamanya di perjalanan menuju rumah sakit.Aku pun pengambil jalan cepat mengambil uang itu dan pergi saat mobil sampai di rumah sakit,sambil menggandeng tangan vita agar segera meninggalkannya karena kalau saja kita masih disana kita akan ditangkap karena membantu sebuah pencurian yang dilakukan soni.
Vita hanya bias menangis,berhari-hari dia mengurung diri di gubuk yang kami tinggali sehingga kami tidak bias berkumpul lagi.Lalu aku pun memutuskan untuk pergi dan bekerja mengikuti sepupu ku,aku menulis surat kepada Vita “vit,aku tau kalau aku tak bias menggantikan posisi soni dihatimu sekarang ini,tapi aku hanya ingin kamu tahu kalau aku menyayangimu seperti aku menyayangi semua teman jalanan ku,janganlah begitu,aku tahu kamu wanita paling tegar yang pernah kutemui setelah ibuku,hiduplah lebih baik lagi karena soni pun sudah memberitahukan bagaimana caranya menghadapi hidup di Negara yang sedang krisis ini,ini cincin yng akan diberikan soni kepadamu,dia menyuruhku untuk memberikan ini bukan untuk mngenangnya,tapi untuk menunjukkan seberapa besar cinta nya dan berharganya keehidupan di banding uang.vit,tersenyumlah karena aku tahu kamu lebih dulu dari pada soni,dan tahu dirimu yang sebenarnya sebelum soni tau,hiduplah bahagia,kalaau kau butuh aku hubungi aja nomor ini 085229xxxxxx,jangan sungkan aku siap membantumu saat kau terpuruk karena kamu adalah temanku,begitu juga andre,doni dan sandi.aku sudah mengirim surat juga kepada mereka,agar menghubungiku saat mereka butuh sesuatu.jadikan soni sebagai penyemangat hidup mu,dia selalu ada dihatimu,begitu juga di hati kami selalau ada dia dan kamu,kita akan berpisah sementara,semoga hari-harimu menyenangkan dengan andre,doni,dan sandi,just call me ok,karena aku sudah berjajnji dengan soni. From your best friend Mack”
Lalu setelah membaca surat itu dia memutuskan untuk melupakan soni dan ingin melanjutkan sekolah nya ditingkat SMA.aku tahu itu saat kuterima surat dari nya “mack,maaf aku tau begitu sayang sama aku,tapi aku Cuma menganggap kamu seorang sahabat,kita semua adalah sahabat yang berada saat kita sedih dan senang.aku akan mencari jalanku sendiri,suatu saat kita akan kembali lagi bersama dengan keadaan yang berbeda,kita semua.terima kasih kamu dan kalian semua membuatku mempunyai semangat untuk melanjutkan hidup ini walaupun masih teringat sama soni,sampaikan salam sayangku kepada andre,doni sama sandi.aku pasti akan merindaukan masa-masa saat kita ada dijalanan bersama-sama,bersama soni juga yang tak mungkin akan kembali menjalani kehidupan bersama kita lagi.Aku doakan kalian sukses dan menjadi manusia yang lebih baik lagi,salam sayang dari sahabat tersayang mu,Vita”.Sungguh kenyataan yang sulit dibayangkan karena hari-hari itu berjalan begitu cepat seiring meninggal nya soni,dan aku merasa berterima kasih untuk soni karena membuat ku lebih memahami arti sahabat untuk kehidupan yang lebih baik.Mungkin kehidupan yang lebih baik dimulai saat kita merasakan pahit nya kehidupan dan cobaan yang takkan pernah habis,dan kita tetap berusaha untuk mendapatkan kehidupan itu dengan usaha yang lebih dan lebih lagi.Disini tak ada yang bersalah dan disalahkan,karena bagi kami itu  hanyalah sebuah literstur kehidupan yang terus berputar seiring berjalan nya waktu.
3 tahun berlalu hingga saat ini,aku masih dalam keadaan yang berkcukupan pekerjaan dengan pekerjaan seadanya karena kemampuanku yang terbatas dan tak mengerti soal teknologi jaman sekarang yang katanya sangat maju juga praktis.3 tahun lamanya ku menunggu kabar dari vita,doni,andre,dan sandi yang aku sendiri tak tahu dimana mereka,tapi saat itu kuputuskan untuk mencoba mencari mereka dengan kembali ke kota kecil tempat kami mencari kehidupan.Kebetulan aku punya mobil yang kubeli dari hasil kerja kerasku,Kijang LGX tahun 2001.yah walaupun barang second tapi aku masih bersyukur untuk keperluan kerjaku dan mencari suasana baru dengan jalan-jalan biar tidak bosan dengan pekerjaan.Warna nya Coklat Krem dengan garis-garis runcing menjlurul ke depan mobil,memang sudah agak berbeda sih dengan bodi aslinya karena mobil itu juga sudah di modifikasi membentuk mobil seperti mini van.Rodanya pun bentuknya beda seperti mobil-mobil balap yang ada di film-film itu.Aku berangkat dari rumah yang di Jakarta pagi-pagi sekali agar tidak terjebak macet saat arus mudik karena libur panjang,dan kebetulan aku sudah mengambil cuti untuk 1 bulan karena selama bekerja 2 setengah tahun disana aku belum pernah mengsmbil cuti 1 hari pun.Waktu itu sampailah aku ditempat istirahat setelah lama berjalan dari pagi sampai sore,jujur aku tidak berani mengendarai saat malam karena mataku ada yang tidak beres kata dokter saat aku periksakan di sebuah klinik dekat dengan perumahan yang aku tingali.terpaksa aku menginap di sebuah hotel di Semarang karena aku memutuskan untuk ke Ke semarang dulu karena saudara ku yang di rumah ingin dibelikan sebuah Laptop untuk keperluan sekolah nya yang kini memasuki masa kuliah.aku berkendara ke sebuah perumahan yang tidak jauh dari kawasan simpan lima,ku melihat 2 seorang mirip dengan muka doni sama andre.Eh ternyata benar,mereka sedang bekerja disebuah bengkel vespa di daerah itu.aku pakirkan mobilku di depan mini market seberang jalan dari bengkel,kebetulan sekalian beli rokok dan minuman.Lalu setelah itu aku menghampiri mereka berdua yang sedang istirahat untuk makan siang,”wah kalian makin ganteng aja nie,udah banyak uang ya? Haha” sambil tertawa aku menyindir mereka, “wah apa kabar,lama tak juma nie,udah 3  tahun tapi masih ingat juga” balas nya sambil memeluk ku dan berjabat tangan.maklumlah kita sudah seperti saudara kandung,disitu kami lama berbincang sambil mengenang masa-masa dimana kita masih berada dijalanan.sampai –sampai aku lupa kerumah saudaraku padahal sudah ditunggu,sampai waktu buka puasa pun tiba kami masih mengobrol sambil membatalkan puasa kami dengan segelas air the hangat.aku merasa senang bsa berwmu mereka kembali seperti ini,yah walaupun sekarang jaman modern ada HP,computer,dan segala macam nya.Tapi lebih mengasyikkan kalau ngobrol langsung dengan mereka,daripada mengobrol lewat HP.Waktu sudah menunjukkan jam 18.30,aku pun segera berpamitan dengan mereka.Aku hidpkan mesin mobil ku dan langsung menuju tempat saudara sebelum pergi ke hotel,karena dirumah itu terlalu banyak orang-orangdari saudara mereka.aku tak enak merepotkan mereka bahkan kalau saja aku tidur dirumah itu,bias-bisa aku malah begadang gak bias tidur.sampailah aku didepan rumahnya dan segera berjalan meuju pintu rumah nya.tok tok tok,aku ketok pintu nya dan dating lah seorang wanita cantik bertubuuh kan seorang wanita dewasa yang mempunyai tubuh indah seumuran denganku,sepertinya aku megenal wanita itu,aku terdiam melihat dan memandang nya seolah tak percaya bahwa dia adalah seseorang yang aku kenal.Ya,wanita itu adalah Vita,teman ku yang aku sayangi dan sempat menjadi kekasih Soni.Dia juga memandangku seperti aku memandangnya,tiba tiba iya berteriak “Maaacckkkk…. !!!” dan langsung memelukku dan tak tau kenapa dia menangis,Mungkin saat itu dia langsung terkenang masa lalunya.”Ayo masuk,aku sudah menunggumu dari dulu untuk dating kerumahku,ngomong-ngomong tahu darimana rumahku? “ Tanya nya sambil mengambil  2 buah botol minumanyang  dari kulkas,”kok malah ngelamun,bingung ya kenapa bodyku jadi sexy begini,??? Haha” bicaranya lagi seperti dulu dan masih saja seenaknya. “emang ini rumah mu?” tanyaku sambil melihat alamat saudaraku yang aku tulis,wah ternyata aku salah masuk gang perumahan,sampai-sampai aku gak tau minuman apa yang aku minum.Ternyata minuman yang diberikan adalah sebotol beer.Tersedak karena minuman itu,betapa bodoh nya aku bias sampai salah masuk,mungkin karena tadi aku melihat seorang wanita di jalan masuk gang itu dan salah masuk lah jadinya.Tapi tak apa,aku juga senang bertemu dengan dia juga setelah 3 tahun tak bertemu dengannya waktu kejadian memilukan itu terjadi.”iya ini rumah ku yang baru,baru pindah sih karena aku baru aja cerai sama suamiku,dia itu orang nya kasar,pemarah,juga pencemburu,tapi kalo dia jalan sama cewek lain malah aku yang dimarahin karena mengganggu kerjaannya,huhh…pusing !!!”  cerewet dan bicara nya seperti kereta api,masih aja vita yang dulu yang pernah kukenal.”ah,kok malah jadi curhat,,hahaha” plaakkkk….ketawa nya sambil menampar pundakku. “kenapa kau jadi lembek gitu sama pria? Wah wanita kalo sama suaminya sendiri ternyata takut juga ya,hahahahaha “Tanya ku sambil tertawa karena wajahnya yang lucu saat menampakkan wajah sedihnya,”ah,kamu apaan sih,gak tau juga ya mungkin karena aku sayang dengannya juga,ah gimana kabar andre doni sama sandi,jadi apa sekarang mereka? “ Tanya nya, “doni sama andre kerja di bengkel deket sini,kamu tak pernah lihat dia ya,” jawabku sambil menunjukkan arah tempatnya merka bekerja,”kalau sandi sudah berhasil dengan bandnya,sudah sampe Jakarta dia,tapi aku tak pernah ketemu pas dia dijakarta,karena aku sendiri sibuk dengan pekerjaanku.” Terusku menjelaskan.”ah jedi teringat jaman pas kita di jalanan,gimana ya kabar soni disana?aku kangen dengannya,mungkin sekarang dia bahagia disana setelah apa yang terjadi dulu” bicaranya sambil meneteskan air mata “sudah lah…” jawabku sambil menepuk punggung nya dan menyandarkannya di bahuku “dia sudah bahagia disana,jangan memikirkan dia lagi,bias-bisa soni malah sedih karena dirimu ang terlalu mengharapkan dia kembali kepelukanmu,entar malah hantu jin yang dating,hahaha” bicaraku sambil bercanda mencairkan suasana yang kebetulan aku juga bersedih memikirkan soni.Kami berbicara banyak tentang kejadian setelah kami berpisah selama 3 tahun.Tiba-tiba dia berkata “kamu masih sayang sama aku,mack? “ tanyanya, “masih lah,aku sayang sama kamu,sama mereka juga,sampai sekarang aku masih mikirin kamu,hehe “jawabku sambil tersenyum.”eh jam berapa ini,wah udah jam 10,wah besok aja deh kerumah saudara,sekarang cari hotel terdekat,dimana ya kamu tau gak?” tanyaku sambil kebingungan untuk mencari nomor telpon hotel didekat perumahan itu, “gak ada,jauh kalo dari sini,tidur disini aja gak apa sambil nemenin aku,lagian aku sendirian disini.” Jawab dia sambil tersenyum dengan penuh harapan aku dapat menemaninya mala mini,walau kelihatan agak sedikit memaksa agar aku menginap. “waduh,gak enak aku sama tetangga disini,” jawabku,”gak apa,gak ada ang peduli diperumahan sini kok,dijakarta juga sama kan kalo tinggal di komplek perumahan apalagi komplek nya orang-orang kaya,haha “ paksa nya agar aku menginap, “ya gak apa dah,ada kamar 2 disini kan? “tanyaku,”gak adatidur dikamarku aja,katanya kamu masih sayang sama aku,jadi temenin aku,lagipula gak ada ang marah kok,soni pun mungkin akan senang kalau ada kamu disampingku mala mini.” Jawab nya. “mmm…ya udah lah.terserah nyonya rumah aja,yang penting ada makanan gak sekarang,laper nie haha “ celoteh ku, “ ada kok,sini aku masakin masakan kesukaan mu dulu yang sering kita beli di warteg dekat base camp kita.” Jawab nya sambil berjalan menuju dapur dan mengajakku juga.
Lama kami mengobrol juga di dapur sambil makan masakan yang dimasak nya,aku tau mungkin tak akan lama bias bersamanya terus karena aku juga punya kekasih di Jakarta.Malam sudah semakin larut dan kita beranjak ke kamar untuk tidur,dan aku masih kepikiran bagaimana ini akan bertahan. Sebelum tidur aku mencium nya agar dia tenang saat bermimpi dan tidak terganggu oleh masalah yang sedang dihadapinya.Dia tidur dalam pelukanku,aku pun memeluk nya agar tubuh kami hangat karena AC yang dinyalakan begitu dingin.Seperti biasa aku tak bias tisur,hanya melihat langit-langit dan membayang kan apa yang akan terjadi besok.Jam 03.00 pagi,aku masih saja tidak bisa tidur,”belum tidur kamu? “ Tanya vita sambil berusaha membuka matanya, “belum,aku gak bisa tidur kalo bukan ditempat yang aku sering buat tidur.” Jawabku “lah kok kamu terbangun?mimpi buruk ya? “ terus ku bicara.”iya,mimpi kamu sama aku lagi nikah disebuah tempat dekat pantau hehe” jawab nya sambil memelukku erat “jangan tinggalin aku ya sekarang,aku ingin Cuma kamu yang menjagaku setiap waktu.” Terus nya bicara sambil meneteskan air matanya yang membasahi kaos ku, “jangan nangis donk,aku gak janji akan terus bersamamu selamanya,tapi aku aka nada untuk kamu saat kau butuhkan aku,hanya saja sekarang aku tinggal di Jakarta,gimana coba?” tanyaku,”aku akan ikut kamu kemanapun kau pergi,aku juga akan mencari pekerjaan karena aku sudah mempunyai  syarat yang cukup untuk bekerja di kantoran,” jawab nya.Ternyata selama 3 tahun ini dia khursus di sebuah lembaga yang diselenggarakan oleh universitas negri untuk anak-anak yang putus sekolah dan bisa langsung melanjut kan kuliah nya dengan beasiswa yang dia dapat bila bisa mendapat kan nilai yang bagus dan berada diperingkat 5 besar.Dia masuk tes dan mendapatkan beasiswa itu,yang lebih hebat lagi dia beada diperingkat 2.Dan yang diperingkat 1 adalah mantan suaminya sendiri katanya,karena pertemuan itu juga dia menikah dengan nya setelah lulus khursus 3 bulan,dan kuliah D2 2 tahun,karena bia ingin melanjutkan kuliah nya ke D3 dikenakan biaya yang begitu besar baginya.Jadi dia tak sanggup membayarnya dan terpaksa berhenti di D2.Udah enak juga sih kuliah sampe D2,apa lagi semuana dibayarin kecuali uang buat jalan-jalan.”entar pagi aja kita bicarain tentang itu,kita juga baru bertemu kan setelah 3 tahun.” Bicaraku kepadanya. “ya udah,aku mau tidur dulu udah mulai seperempat nie mata.selamat tidur ya…”.Saat menikah dengan suaminya dia sudah mempunyai anak satu tapi hak asuh anak nya di ambil sumaninya karena dia terbukti tidak bisa mencukupikebutuhan untuk anaknya dan dirinya sendiri setiap harinya.Dia pun ikhlas dengan anaknya,dia juga tahu dengan ketidakmampuannya itu dan rumah ini adalah harta goni-gini dari perceraiannya.Harta satu-satunya yang dia miliki,katanya mau dijual dan akan pulang ke kampong halamanya tapi belum ada yang mau beli,mungkin dia kurang  memberi informasi  tentang rumahnya.Menurut ku rumah ini bagus karena bergaya konsep minimalis sedang tapi masih terlihat mewahdengan perabotan dan model rumah bergaya modern klasik mirip rumah gaya inggris dengan cat Putih dibagian luarnya bergariskan warna biru,lalu interior nya berwarna biru laut sesuai dengan perbotan rumah nya yang seakan seperti dipantai.Dapur nya lebih terkesan klasik dengan gaya eropa,seperti cita-citanya ingin pergi ke eropa.
Pagi itu sekitar jam 8 pagi,aku terbangun karena ada seseorang yang menggedor-gedor pintu rumahnya.pikir ku mungkin orang yang mau membeli rumah nya,ternyata bukan.Pelan-pelan aku buka pintu nya dan aku melihat seorang lelaki berwajah kalem tapi kayaknya sedang marah karena sesuatu,”maaf,ana siapa ya?” tanyaku,”saya mantan suaminya …!!! Kau siapa?jangan-jangan kau yang selama ini membuat aku dan vita bercerai,kau soni ya?? “ jawabnya dengan nada tinggi membuatku hamper naik darah, “eitss,sabar mas,aku bukan soni,kenalin aku mack temen deketnya vita dulu,jangan menuduh sembarangan mas,vita sudah beru tahu aku masalahnya dengan mas,jadi silahkan masuk dulu mas,jangan emosi dulu,” jawab ku dengan agak kalem.”tak perlu,aku hanya butuh dia,dimana pelacur itu sekarang? Mentang-mentang udah pinter jadi ingin seenaknya aja dia ingin minta cerai dan mengambil sebagian hartaku” jawab nya dengan nada yang lebih tinggi lagi bahkan menyebut dia sebagai pelacur,aku tak bisa menahan emosi lagi, “^%&^&&^,” kataku,lalu “gaplookkkk,gubrak” aku pukul tepat di wajahnya dan membuat nya berdarah dihidung dan mulut.Lalu yah gitu,dia pingsan seketika setelah aku hantam dia.Ada wanita sudah agak tua sekitar umur 45 tahun turun dari sebuah mobil sedan mewah dan berteriak “Azizzzz….!!!! “ dan menghampiri pria yang kupukul tadi,namanya aziz ternyata,tapi bukan aziz gagap.”apa yang kau lakukan terhadap anakku? “ kata ibu itu,langsung aku bawa kedalam dan kutidur kan disofa yang agak panjang,aku ambil air es dan kain untuk mengompres ke muka sebelah kirinya agar memar nya hilang dan tak lupa kubawa kotak obatyang sudah tersedia.ibu itu masih aja menangisi putra nya yang pingsan karena kuhajar,lalu vita pun terbangun dari tidur nya dan bertanya “apa yang terjadi? Ibuuu !!! “ kata vita,”vita?? Kemana aja kamu? “Tanya ibu itu, sambil memeluk nya,vita juga menghampiri pelukan ibu itu,mereka menangis mungkin karena setelah perceraian mereka belum pernah bertemu.”aku kan sudah tulis pesan dan kusampaikan pada pak ade(supir),aku akan dirumah itu kalau ibu ingin bertemu,tapi jangan ajak aziz,gitu bu” jawab vita yang menangis.singkatnya mungkin pak ade(sopir) salah meletakkan surat di tempat dekat setir mobil,dan keburu di lihat oleh aziz anak nya ibu itu,dan hari ini secara kebetulan aziz akan berangkat ke rumah ini bersamaan dengan ibunya,tapi keduluan aziz dan terjadilah kejadian itu.Lalu aziz siuman dari pingsan nya dengan muka agak sadar dia ingin berdiri tapi malah jatuh dan terduduk disofa itu,”bu,kenapa ada disini,aku ingin bicara berdua saja dengan vita,uhuk uhuk “ bicaranya agak rancau setelah kupukul tepat diwajah nya tadi.”essttt,,,begini saja kalian diskusikan masalah ini agar selesai dan berakhir bahagia dan jangan saling menyalahkan” kataku agar masalah tak bertambah buruk,dan aku yang sengaja menengahi masalah mereka. “mari duduk dulu ibu sama vita agar enak bicaranya” kataku lagi,permasalahanya pun hanya sakit hati setelah ku dengar cerita dari mereka bertiga,awalnya diskusi itu agak sengit tapi lama-lama sudah mendingan dan tak ada yang emosi.Pantas lah seorang pria ingin memiliki banyak wanita diamping nya,tapi bukan dengan jalan selingkuh seperti yang aziz lakukan.Apalagi  wanita yang dia ajak selingkuh itu ada 3 orang,dan vita merasa dirugikan karena jarang mendapat kebutuhan batin dan lahir dari suamnya.Dia tahu suaminya berselingkuh tapi di diam saja Karena sedang mengandung anaknya.Singkatnya sekarang permasalahan itu sudah selesai,vita tidak ingin kembali lagi karena sudah sakit hati,dan aziz pun sudah agak tenang menerima itu karena dia berpikir mungkin ini adalah salahnya sendiri.sambil bersedih menundukkan kepalanya.ibunya pun hanya menangis dan meminta maaf kepada vita dan kepadaku.Aku pun minta maaf karena telah memukulnya sampai dia pingsan.mereka pun berpamitan,”vit,kalau kamu masih boleh main kerumah ibu kok,pintu itu selalu akan terbuka buat kamu,ajak temenmu juga,karena kulihat dia baik dan dewasa sekali dalam mengambil keputusan saat bicara tadi ..”kata ibu itu,waduh aku pun merasa tersanjung dengan pujian itu karena kadang aku masih saja seperti anak kecil.”terima kaisih bu,pasti aku akan main kerumah ibu,apa lagi lusa Lily berumur satu tahun kan,aku pasti dating,tapi tak tau dengan temenku ini,jangan bilang dibegitu bu,ngurus diri sendiri aja gak bisa,lihat tu pakaian yang dipakainya,,,hahaha “ katanya sambil bercanda,”ah,kalo soal ini ya ini lah aku begini,dari dulu beginilah saya bu,suka apa adanya,”kataku.mereka pun pergi dengan senyuman yang mereka bawa,dating dengan emosi dan pulang dengan senyuman.”terima kasih ya,sudah menyelesaikan masalah antara aku dan keluarga mereka,terus gimana soal tadi malam.jujur aku tak bisa hidup sendiri seperti ini tanpa ada seseorang yang mengasihi ku.” Katanya,aku berpikir keras mencari solusi masalah nya sekarang,satu sisi aku tak bisa meninggalkan dia sendiri karena dia hidup sendiri sekarang tanpa orang tua dan saudarany,disatu sisi aku masih punya seseorang disana.sambil duduk aku mencoba berpikir agak lama.”mack, !!! kok malah ngelamun,gimana boleh gak? Kalo gak boleh gak apa,aku akan hidup dijalanan lagi.” Katanya sambil memalingkan muka yang tadinya ada dipundakku sambil menangis.”haduh,udah lah jangan menangis lagi,kelihatan cantik nya kalo kamu nangis,tenang aja,kamu boleh tinggal bersamaku dijakarta,entar aku cariin pekerjaan yang bisa kamu lakukan dengan ijasah mu itu.” Jawab ku sambil merangkul nya dan mendekatkan kepalanya ke dadaku.”aduh jam berapa lagi nie,udah siang juga,aku mau mandi dulu ya kamu gak ada acara kan hari ini entar aku ajak kerumah saudaraku.” Kataku sambil melepaskan pelukan vita.”ya udah,ayo mandi bareng aja,hehe,ayo lah aku pengen itu…” katanya.Disitu ada 2 kamar mandi sih,tapi dia memaksa ya ayow lah haha.gak mau kok dipaksa,yamau.wah sori ya,kalo yang bagian ini disensor,kita lanjut aja kebagian selanjutnya.
Jam 11 siang kami berangkat ,menuju perumahan saudaraku dengan mobil ku.awal nya dia tak percaya kalo aku punya mobil ini tapi setelah aku perlihatkan mobil ini baru dia percaya.”hebat banget kamu kerja 3 tahun udah dapat mobil begini.” Katanya memuji ku.aku hanya tersenyum mendengarnya,karena hanya dia temanku dan keluargaku memujiku seperti itu.kakak nya kekasihku yang dijakarta adalah atasanku,dia memiliki mobil mewah 3.Dia mengejekku yang mempunyai mobil butut seperti ini walaupun gak secara langsung,sama juga dengan keluarganya gak beda jauh.gak protes sih,memang keluarganya orang terpandang dan mempunyai prusahaan yang banyak.Dan perusahaan tempat aku bekerja adalah salah satunya,jadi anak nya diwarisi perusahaan itu oleh bapak nya.Tapi aneh juga,bapak nya memang mengejekku tapi dengan bahasa yang sopan dan terkesan nasehat bagiku.dan dia malah memuji hasil pekerjaan ku diperusahaan itu yang membuat nya untuk besar,malah aku disuruh menjalankan 1 perusahaan nya yang ada dikota Yogyakarta setelah aku menikah dengan putrinya.Pertama kali mendengar sih senang juga tapi sekarang aku kepikiran dengan keputusan itu karena ada vita sekarang yang harus aku buat dia bahagia.Aku belum bisa mengatakan yang sejujurnya sekarang pada vita maupun Dinda(kekasihku yang dijakarta),yang aku pikirkan saat ini hanya menjalaninya saja.Semoga Tuhan memberikan jalan yang baik bagiku,jodoh takkan kemana kata orang tua.Oh lupa,di dalam mobil kami masih saja membicarakan kenangan masa lalu kami.Sampailah aku dirumah saudaraku,kami turun dari mobil dan langsung menuju rumah yang dituju.Diperumahan itu ada tempat khusus parkir mobil agar tertata rapi dan tidak  ada mobil yang menghalangi jalan seperti di Jakarta,agak jauh sih tapi ya tak apalah yang penting aman.kulihat hari ini vita begitu cantik dan menggoda,ah mungkin cintaku kepadanya dulu masih saja membayangi ku ya sampai saat ini.aku berjalan menuju rumah itu dan mendapati perempuan yang masih labil ada didepan rumah itu,ya dia sepupu ku yang meminta dibelikan laptop untuk melanjutkan sekolah nya ke jenjang kuliah.mereka keluarga yang berkecukupan sih tapi aku sudah janji akan membelikan nya laptop karena aku telah dibantu keluarganya mencari pekerjaan di Jakarta dan menempati salah satu kontrakan milik saudara jauh Lina(sepupuku).”hai little princess.gimana kabarmu hari ini? Hahaha “ sapa ku kepada lina,begitulah aku memanggil nya setiap aku bertemu dengannya atau ada telepon/sms darinya.”ditunggu dari kemarin gak dating-dateng,kemana aja kak? “ Tanya lina sambil memelukku seperti anak kecil saja walaupun sudah mau menjadi mahasiswa.”ah maaf kemaren kakak salah rumah,lupa jalan masuk rumah kamu yang kayak istana presiden ini,hahaha,tapi untung itu rumah milik temen kakak jadi gak malu,” jawab ku sambil mencubit pipi nya yang seperti bakpao dari China.”pasti kerumah kakak cantik yang disana itu ya,ah aku cemburu ni kalah cantik sama dia….huhuhu “ kata lina saat melihat vita berjalan menuju tempatku.”oh iya,kenalin ini temen kakak namanhya vita,dia yang aku pernah ceritakan dulu pas masih labil kayak kamu,…..” kataku sambil mendorong lina untuk berkenalan dengan vita.”hai adek kecil,namaku vita,kamu siapa? “ Tanya vita,”ah kak,jangan panggil adek kecil donk,malu badan udah gede kayak gini,huhuhu,nama ku lina kak,” jawab lina sambil bersalaman dengan vita, “ayo kakak berdua,masuk sini aku sudah menyiapkan hidangan kesukaan kakak,makan dulu aja kak dina sama kak rio belum pulang dari kerja,papa lagi sibuk ngurusin pekerjaan nya,sedangkan mama kayaknyalagi tiduran di kamar,sekarang mama sering sakit-sakitan kak,maklum udah tua,jadi yang ngerawat mama sekarang aku sama kak dina,” katanya nerocos saja menjelaskan,”sejak kapan ibu sakit-sakitan?pasti tingkah nakalmu yang bikin ibu stress,yak an hahaha “kataku becanda dengan lina,dan dia hanya manyun aja.lina pergi ke kamar ibunya melihat keadaan ibunya yang terbaring dikasur.lalu dia kembali lagi dan berkata “makan dulu aja yuk kak,mama masih tidur,aku gak enak kalo ngebangunin mama yang sedang istirahat,entar paling kalo lapar mama bangun dan memanggil ku.” ,lalu aku jawab “ya udah,kebetulan kami belum sempet sarapan pagi karena bangun nya kesiangan,” ,vita meneruskan “ iya nie lin,dia ini memang malas dari dulu,mandi aja Cuma 1 kali sehari,malah kadang 2 hari gak mandi,apalagi tidur nya,dari malem bisa sampe malem lagi,haha”,lina ketawa mendengar guyonan vita yang mengejekku karena dulu aku memang begitu,”emang dulu aku begitu,tapi sekarang beda,tu buktinya mobil yang didepan sana,” terus ku menjawab,sambil berjalan menuju dapur,sambil makan kami mengobrol banyak tentang aku dan vita sedangkan lina malah curhat soal pacarnya yang selingkuh sama cewek lain.Yah biasalah namanya aja ABG,masih labil dan harus belajar untuk menjadi dewasa.Selesai makan kami ke teras untuk bersantai sambil menikmati pemandangan buatan yang ada di rumah lina ,”oh ya lupa kau bawa pesananmu itu,bentar ya aku ambil di mobil dulu,kalian berdua ngobrol disini gak apa ka,haha “ Tanya ku,sambil menyalakan rokok yang kukeluarkan dari celanaku yang tinggal satu batang,soalnya seharian ini belum sempet ngrokok sih.”iya kak,tenang aja,aku baik-baik kok sama kak vita,lagi pula kami berdua ini perempuan cantik-cantik,jadi yang jelek silahkan ambil pesenan sekalian kak beliin cemilan apa gitu,biar gak sepi ini mulut,hehe” katanya sambil ngeledek ku dan menyuruhku untuk beli cemilan,” iya tuan putri lina yang manja dan nakal,entar sekalian toko sama penjualnya aku beliin.entar kalo ada apa-apa tinggal telpon kakak lin,aku tinggal bentar ya vit,jagain tuan putri yang manja ini,ok,haha” jawabku,”iya,udah sana berangkat aku pengen ngobrol sesama wanita aja dengan lina,udah lama gak ngerumpi.hihihi” jawab vita sambil merangkul lina seperti adik nya sendiri.”ih kakak,aku kan udah gede,kenapa masih aja dibilang tuan putri..!” lina menjawab kataku,aku langsung pergi menuju mini market yang ada didekat perumahan.Disamping itu lina bertanya pada vita “ kak vita,sudah tau belum kalau sebenarnya kak mack udah punya pacar?dia orang jakarta..” vita meenjawab “ apa iya? Mack gak pernah cerita tu..”,setelah panjang lebar mereka mengobrol tentang aku pacarku yang ada dijakarta,vita berpikir “mungkin mack gak mau nyakitin perasaan ku yang sedang dalam masa sulit”.Setelah aku membeli rokok aku langsung menuju rumah nya,disana hanya ada vita yang sedang duduk melamun memikirkan apa yang tadi lina bicarakan.”hei,,,bengong aja,nie minum” kataku sambil menyodorkan minuman bersoda kesukaan nya,”ouw,bikin serangan jantung aja kamu,makasih mack” katanya kaget saat aku mengagetinya dari belakang.”Mikirin apa sih vit?” tanyaku,”gak kok,gak pa2,hehe”  jawab nya sambil tersenyum.Lalu tiba-tiba dia mencium bibir ku,sebuah kecupan manis dari seorang yang selalu ku sayang dari dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar