Terdengar jeritan kesakitan seorang pemuda
berteriak ampun saat dia di hajar oleh masa,namun tiada ampun bagi pemuda itu
yang telah mencuri uang dari seorang pedagang.Setelah sesaat dia berhenti
berteriak dia pun pingsan di hantam palu besar 2 kali.Padahal dia sudah akan
dibawa ke kantor polisi untuk di hukum,tapi apa daya kemarahan masyarakat yang
amat sangat besar dan para polisi pun tak bisa mengamankan kondisi itu.Lalu di
bawalah dia kerumah sakit terdekat,tapi usaha pemuda itu bertahan pun gagal.Dia
mati meninggalkan duka mendalam bagi anak jalanan seusianya.Tapi apakah uang yang dicurinya senilai RP 25.000
sama harganya dengan nyawanya? Sungguh malang nya pemuda itu,pemuda yang hidup
di jalanan.
3 bulan yang lalu,seorang pemuda 16 bernama Soni berjalan menatap dunia yang penuh dengan
ketidakadilan bagi dirinya dan keluarga nya.Ayahnya meninggal saat dia masih
kecil dan ibunya bekerja di luar negeri tapi tak tahu kabar nya setelah sekian
lama.Soni pun terpaksa putus sekolah dan tinggal bersama nenek nya dirumah
peninggalan keluarga mereka.Sebenarnya Soni adalah anak yang baik dan
sopan,selalu ramah kepada para tetangganya.Tapi setelah ayahnya meninggal dan
ibunya bekerja keluar negeri dia jadi tak terurus.Setiap harinya dia membantu
nenek berjualan di pasar,hanya untuk menghidupi dan merawat rumah yang
ditinggalkan ayahnya.Tak ada yang tahu bagaimana dia bisa berubah secara
drastis,hanya aku dan teman-temannya yang hidup dijalanan.Dulu saat dia putus
sekolah pun tak ada yang mau berteman dengannya,tapi dia tetap tabah dan sabar
menjalani ejekan dari orang-orang.Waktu terus berlalu seiring dia bertambah
umur dan memasuki masa remajanya.Berlalu nya waktu pun sifat baik dan ramah
mulai menghilang dari dirinya.
Saat dia berjualan dipasar
bersama neneknya,dia mendapat seorang teman bernama Sandi yang kebetulan sedang
membeli Rokok Soni.Sandi adalah anak perantauan dari kota lain,dia disini
karena dititip kan oleh orang tuanya kepada neneknya.Latar belakangnya hampir
sama dengan Soni,namun kedua orang tuanya telah meninggal karena kecelakaan.Dia
jadi seperti itu karena tekanan dari keluarga neneknya untuk bekerja 24 jam di
sebuah warung makan.Lalu setelah itu dia pergi dari rumah neneknya dan tak
pernah kembali sampai sekarang,mereka pun tidak mencarinya karena berpikiran
“lebih baik hilang 1 orang dari pada rugi Rp.10.000”.Dia pun sudah melupakan
semuanya tentang dirinya dulu.Sandi lalu mengajak Soni ketempatku untuk
berkumpul bersama teman-teman yang lain,mereka adalah Doni,andre,dan Vita.Saat
itulah Soni mulai merasakan kesenangan yang tak pernah ia rasakan selama 5
tahun,nenek nya pun ikut senang dia dapat teman seperti kami.Tapi nenek takut
kalau Soni masuk kejalan yang salah,kadang dia pun dimarai karena selalu pulang
malam.Nenek nya takut karena sewaktu-waktu Tuhan bisa mengambil nyawanya dan
Soni pun tak ada yang mengurus.Setiap pagi sampai sore Soni berjualan dipasar
dan kami pun sering menemuinya dan mengobrol lama,dan setelah selesai berjualan
kami pun lanjut untuk berkumpul.
Beberapa hari kemudian saat
berada dipasar,seseorang mengabari kalau neneknya meninggal dunia dan
mewariskan rumah beserta isinya.Rumah kecil dipinggir jalan yang sederhana dan
mungkin perlu diperbaiki.Kami yang saat itu berada di situ pun langsung ikut
bersama Soni untuk melihat neneknya terakhir kali.Dia menangisi kepergian
neneknya,didalah hatinya dia berkata ‘mengapa aku tak disisinya saat kepergian
nya,ya Tuhan berikanlah dia tempat terbaik disisimu”.Kami pun menenangkan Soni
yang sedang berduka.Setelah itu jasadnya langsung di kuburkan TPU desa itu,kami
pun turut larut dalam kesedihan yang di alami Soni saat itu.Bagaimana
tidak,kami pun pernah kehilangan orang yang kami cintai dan tak ada disisinya
saat terkahirnya.
Lalu 2 hari kemudian setelah
kami tidak pernah melihatnya lagi,dia mulai berjualan untuk kebutuhan
hidupnya.Kami pun menemuinya dan mengobrol dengannya,saat itu pun dia sudah
tidak bersedih lagi.
”Son,gimana
keadaan mu saat ini?” aku bertanya
“Aku
baik-baik aja kok,walaupun saat ini nenek yang selama ini menemaniku saat aku
sendiri sudah tiada tapi aku sudah punya kalian yang bersedia menjadi
temanku,terima kasih teman.” Soni menjawab
“Sama-sama
son,kami juga senang bisa dapat teman seperti kamu,” tambah vita,
“Senang apa
senag ni Vit? Hahaha” Doni,
“Ah kamu
ini Vit,juju raja kamu suka sama dia,aku sudah tahu dari awal pas Soni gabung
sama kita,hahaha” tambah Andre
“Ah kalian
ini,jangan gitu ah,nanti kalian gak aku traktir makan lho,hehe” Vita balik menjawab,
“sudah-sudah,bercanda
aja kalian dari tadi,sekarang karena aku udah lapar aku tagih janjimu Vit.”
Sandi,
“hahaha,seperti
biasa,tak ada hari selain tertawa seharian…eh bener juga,aku laper banget nie.”
Aku berkomentar,
“emang lagi
ada acara apa ni?kok tiba-tiba?” Tanya Soni
“kan acara
hari jadian kamu sama Vita,yak an Vit? Hahahaha” tambah doni berkomentar,
“haduh,kamu
ini,emang kenapa kalau iya?kamu cemburu ya?” vita,
“ya gak
lah,siapa juga yang mau sama kamu,aku juga punya pacar sendiri kok,hehe “ Doni
komentar
“sudah
sudah,jangan berantem,entar malah gak jadi makan-makan nya malah repot,” Sandi,
“iya
ni,kami sudah laper vit,benar kan Mack?” andre,
“bener
banget,hidup itu susah kalau gak ada makanan cuy,”
“ya
udah,mau pada makan dimana ni,di angkringan apa di warung deket pertigaan?
Kalau Soni mau makan dimana?” Vita,
“terserah
kamu Vit,kan kamu yang punya acara,tapi ada acara apa ni sebenarnya?” Soni,
“entar aja
aku jelasin disana,hehe” Vita,
“Suit-Suit,”
Doni,
“huh,dasar
lu barong” Vita,
“Eh tapi
bentar,aku mesti balikin daganganku dulu ni,” Soni,
“Oh
tenang,kami bantu bawa dech,yok bawa ni barang” Aku,
“ok” Doni,Andre,Vita,Sandi.
Setelah selesai mengantar barang
dagangan Soni,kami pun berangkat menuju angkringan untuk makan.Semuanya
bergembira tanpa ada rasa sedih yang melanda mereka,dan Soni pun sudah menjadi
lebih baik dari sebelumnya,dia tidak lagi melihat ke belakang.Dia anggap masa
lalunya sebagai paajaran yang berharga,dan melihat kearah masa depan.Dan aku
merasa ada sesuatu antara Soni dan Vita,mereka terlihat selalu dekat walaupun
baru beberapa minggu sejak saat mereka berkenalan.Dan yang tak terduga
terjadi,disaat saat mereka asyik mengobrol Soni mengatakan perasaan nya kepada
Vita sebagai hadiah ulang tahunya di hari itu.Vita pun langsung menerima
perasaan cinta soni karena dari pertama kali bertemu dia sudah suka dengan Soni
ang rajin sekali membantu neneknya untuk kebutuhan hidup.
Hari-hari mereka lalaui bersama
dengan kami,sampai kejadian yang tak membuat jantung kami berdetak kencang itu
tiba.Hari itu adalah ulang tahun Vita dan Soni ingin memberikan sebuah hadiah
kejutan berupa cincin dengan uang yang selama ini dia tabung.Tanpa diduga
ternyata harga cincin itu 350 ribu,emas 24 karat seberat 10 gram,saat itu harga
emas masih mahal karena kurs Indonesia dan ekonomi Negara kami sedang krisis
besar.Demo mahasiswa dan rakyat pun dimana-mana sampai sampai di kota kecil
milik kami pun terdengar suara para petani tembakau yang protes tentang cukai
tembakau yang begitu besar.tak bisa dipahami memang,karena dengan keadaan itu
rakyat dikota kamik semakin menjadi miskin dan anak-anak yang putus sekolah pun
bertambah banyak.waktu itu belum ada dana BOS (bantuan operasional
sekolah).Lalu Soni berpikir untuk meminjam uang kami untuk menutupi kekurangan
nya,sekitar Rp.50.000,- dan kami pun
saat itu tidak punya uang karena belum mengamen untuk hari ini.Saat itu di saku
ku hanya ada Rp.25.000,- lalu Soni tiba-tiba berpamitan pergi tapi tak lupa
berterima kasih dan akan mengembalikkan nya minggu depan.Dia pergi menuju
warung bakso untuk meminjam uang kepada paman dari bapak nya,namun ternyata dia
tidak mau member pinjaman karena tahu kalau dia bukan anak baik lagi.Soni pun
marah kepada pamannya,percekcokan itu berlangsung sengit sampai terdengan di
warung sebelah padahal mereka didalam rumah di belakang warung itu.Soni marah
karena pamannya juga yang tidak pernah membantu saat neneknya sedang sakit
sampai meninggal,”sungguh kejam sampai-sampai keluarga sendiri pun kau tak mau
bantu” teriak Soni, “akan kukembalikan minggu depan,aku janji,aku kembalikan 2
kali lipat” teriak nya lagi. “ah,apa benar kau mau mengembalikan,memang kau
kerja apa hah,dasar anak tak tahu diri,urusin dulu tu keluargamu yang miskin
itu” paman nya menjawab dengan nada mencemooh nya yang miskin. “asu kowe,berani
mencela keluarga ku” balas Soni,lalu Soni pergi begitu saja dan mengambil uang
yang ada di laci gerobak bakso itu, “maling,maling…..maling” teriak pamannya
dan tiba-tiba segeromblolan orang dating dan menangkap Soni.Kami pun berlari
menuju ramai-ramai itu,dan terlihat Soni yang kesakitan karena dipukuli oleh
banyak orang.Kami pun mencoba melindungi Soni yang dipukuli dengan menyeret nya
keluar dari kerumunan itu,tapi sesaat setelah itu polisi dating dan membawa
kami dan Soni kekantor polisi.Keadaan Soni sangat kitis dan polisi itu membawa
nya kerumah sakit,di perjalanan pun Vita menangisi Soni yang berdarah
dikepalanya dan kritis. “Vit,aku sayang denganmu…. “ ucap soni,”aku juga sayang
kamu,” ucap Vita sambil menangis keras, “jangan nangis dong sayang,aku takkan
kemana-mana,aku selalu ada disini denganmu”
ucap soni , ”uhhhuuuuhuuuuhuu…”
vita pun menangis semakin keras mendengar kata-kata itu, “bro,jagain
vita ya,aku percaya kok pasti kamu bias jagain dia.aku sudah gak kuat
lagi,kangen dengan bapak,ibu,sama nenekku,mereka sudah menantiku disana…..”
ucap soni sambil tersenyum melihat keatap mobil pick up polisi itu. “lo harus
bertahan bro,sebentar lagi kita nyampe rumah sakit,jangan menyerah lah untuk
Vita”, jawabku sambil membersihkan darah yang ada dikepalanya. Sementera vita
hanya bisa menangis aambil memeluk tubuh soni dengan erat. “ sssstttt nie,,,,”
dengan nada lirih sambil memegang saku kanannya dengan maksud agar aku
mengambil uang senilai Rp.350.000,- tapi soni menyuruh untuk mengambil
Rp.325.000,- karena yang 25 ribu adalah uang yang dicurinya. “bro aku berangkat
dulu ya,jaga vita yak arena hanya kamu yang aku percaya bias jaga dia,” ucap
soni lagi, “ok bro,gue tau kok ini sudah waktunya” balas aku, “ sayang,jangan
menangis lagi karena sekarang aka nada seseorang yang lebih baik lagi dari aku
dan bias membahagiakan mu di hari esok” ucap soni sambil mencium dahinya sebagi
ucapan kasih sayang dan bukan nafsu. “ aku gak bias jauh darimu sayang,jangan
tinggalin aku,aku sayang sama kamu…..sayang,,,,sayang “ ucap vita sambil
berteteskan air mata karena soni sudah pergi untuk selamanya di perjalanan
menuju rumah sakit.Aku pun pengambil jalan cepat mengambil uang itu dan pergi
saat mobil sampai di rumah sakit,sambil menggandeng tangan vita agar segera
meninggalkannya karena kalau saja kita masih disana kita akan ditangkap karena
membantu sebuah pencurian yang dilakukan soni.
Vita hanya bias menangis,berhari-hari dia
mengurung diri di gubuk yang kami tinggali sehingga kami tidak bias berkumpul
lagi.Lalu aku pun memutuskan untuk pergi dan bekerja mengikuti sepupu ku,aku
menulis surat kepada Vita “vit,aku tau kalau aku tak bias menggantikan posisi
soni dihatimu sekarang ini,tapi aku hanya ingin kamu tahu kalau aku
menyayangimu seperti aku menyayangi semua teman jalanan ku,janganlah begitu,aku
tahu kamu wanita paling tegar yang pernah kutemui setelah ibuku,hiduplah lebih
baik lagi karena soni pun sudah memberitahukan bagaimana caranya menghadapi
hidup di Negara yang sedang krisis ini,ini cincin yng akan diberikan soni
kepadamu,dia menyuruhku untuk memberikan ini bukan untuk mngenangnya,tapi untuk
menunjukkan seberapa besar cinta nya dan berharganya keehidupan di banding
uang.vit,tersenyumlah karena aku tahu kamu lebih dulu dari pada soni,dan tahu
dirimu yang sebenarnya sebelum soni tau,hiduplah bahagia,kalaau kau butuh aku
hubungi aja nomor ini 085229xxxxxx,jangan sungkan aku siap membantumu saat kau
terpuruk karena kamu adalah temanku,begitu juga andre,doni dan sandi.aku sudah
mengirim surat juga kepada mereka,agar menghubungiku saat mereka butuh
sesuatu.jadikan soni sebagai penyemangat hidup mu,dia selalu ada
dihatimu,begitu juga di hati kami selalau ada dia dan kamu,kita akan berpisah
sementara,semoga hari-harimu menyenangkan dengan andre,doni,dan sandi,just call
me ok,karena aku sudah berjajnji dengan soni. From your best friend Mack”
Lalu setelah membaca surat itu dia memutuskan
untuk melupakan soni dan ingin melanjutkan sekolah nya ditingkat SMA.aku tahu
itu saat kuterima surat dari nya “mack,maaf aku tau begitu sayang sama aku,tapi
aku Cuma menganggap kamu seorang sahabat,kita semua adalah sahabat yang berada
saat kita sedih dan senang.aku akan mencari jalanku sendiri,suatu saat kita
akan kembali lagi bersama dengan keadaan yang berbeda,kita semua.terima kasih
kamu dan kalian semua membuatku mempunyai semangat untuk melanjutkan hidup ini
walaupun masih teringat sama soni,sampaikan salam sayangku kepada andre,doni
sama sandi.aku pasti akan merindaukan masa-masa saat kita ada dijalanan
bersama-sama,bersama soni juga yang tak mungkin akan kembali menjalani
kehidupan bersama kita lagi.Aku doakan kalian sukses dan menjadi manusia yang
lebih baik lagi,salam sayang dari sahabat tersayang mu,Vita”.Sungguh kenyataan
yang sulit dibayangkan karena hari-hari itu berjalan begitu cepat seiring
meninggal nya soni,dan aku merasa berterima kasih untuk soni karena membuat ku
lebih memahami arti sahabat untuk kehidupan yang lebih baik.Mungkin kehidupan
yang lebih baik dimulai saat kita merasakan pahit nya kehidupan dan cobaan yang
takkan pernah habis,dan kita tetap berusaha untuk mendapatkan kehidupan itu
dengan usaha yang lebih dan lebih lagi.Disini tak ada yang bersalah dan
disalahkan,karena bagi kami itu hanyalah
sebuah literstur kehidupan yang terus berputar seiring berjalan nya waktu.
3 tahun berlalu hingga saat ini,aku masih dalam
keadaan yang berkcukupan pekerjaan dengan pekerjaan seadanya karena kemampuanku
yang terbatas dan tak mengerti soal teknologi jaman sekarang yang katanya
sangat maju juga praktis.3 tahun lamanya ku menunggu kabar dari
vita,doni,andre,dan sandi yang aku sendiri tak tahu dimana mereka,tapi saat itu
kuputuskan untuk mencoba mencari mereka dengan kembali ke kota kecil tempat
kami mencari kehidupan.Kebetulan aku punya mobil yang kubeli dari hasil kerja
kerasku,Kijang LGX tahun 2001.yah walaupun barang second tapi aku masih
bersyukur untuk keperluan kerjaku dan mencari suasana baru dengan jalan-jalan
biar tidak bosan dengan pekerjaan.Warna nya Coklat Krem dengan garis-garis
runcing menjlurul ke depan mobil,memang sudah agak berbeda sih dengan bodi
aslinya karena mobil itu juga sudah di modifikasi membentuk mobil seperti mini
van.Rodanya pun bentuknya beda seperti mobil-mobil balap yang ada di film-film
itu.Aku berangkat dari rumah yang di Jakarta pagi-pagi sekali agar tidak
terjebak macet saat arus mudik karena libur panjang,dan kebetulan aku sudah
mengambil cuti untuk 1 bulan karena selama bekerja 2 setengah tahun disana aku
belum pernah mengsmbil cuti 1 hari pun.Waktu itu sampailah aku ditempat
istirahat setelah lama berjalan dari pagi sampai sore,jujur aku tidak berani
mengendarai saat malam karena mataku ada yang tidak beres kata dokter saat aku
periksakan di sebuah klinik dekat dengan perumahan yang aku tingali.terpaksa
aku menginap di sebuah hotel di Semarang karena aku memutuskan untuk ke Ke semarang
dulu karena saudara ku yang di rumah ingin dibelikan sebuah Laptop untuk
keperluan sekolah nya yang kini memasuki masa kuliah.aku berkendara ke sebuah
perumahan yang tidak jauh dari kawasan simpan lima,ku melihat 2 seorang mirip
dengan muka doni sama andre.Eh ternyata benar,mereka sedang bekerja disebuah
bengkel vespa di daerah itu.aku pakirkan mobilku di depan mini market seberang
jalan dari bengkel,kebetulan sekalian beli rokok dan minuman.Lalu setelah itu
aku menghampiri mereka berdua yang sedang istirahat untuk makan siang,”wah
kalian makin ganteng aja nie,udah banyak uang ya? Haha” sambil tertawa aku
menyindir mereka, “wah apa kabar,lama tak juma nie,udah 3 tahun tapi masih ingat juga” balas nya sambil
memeluk ku dan berjabat tangan.maklumlah kita sudah seperti saudara kandung,disitu
kami lama berbincang sambil mengenang masa-masa dimana kita masih berada
dijalanan.sampai –sampai aku lupa kerumah saudaraku padahal sudah
ditunggu,sampai waktu buka puasa pun tiba kami masih mengobrol sambil
membatalkan puasa kami dengan segelas air the hangat.aku merasa senang bsa
berwmu mereka kembali seperti ini,yah walaupun sekarang jaman modern ada
HP,computer,dan segala macam nya.Tapi lebih mengasyikkan kalau ngobrol langsung
dengan mereka,daripada mengobrol lewat HP.Waktu sudah menunjukkan jam 18.30,aku
pun segera berpamitan dengan mereka.Aku hidpkan mesin mobil ku dan langsung
menuju tempat saudara sebelum pergi ke hotel,karena dirumah itu terlalu banyak
orang-orangdari saudara mereka.aku tak enak merepotkan mereka bahkan kalau saja
aku tidur dirumah itu,bias-bisa aku malah begadang gak bias tidur.sampailah aku
didepan rumahnya dan segera berjalan meuju pintu rumah nya.tok tok tok,aku
ketok pintu nya dan dating lah seorang wanita cantik bertubuuh kan seorang
wanita dewasa yang mempunyai tubuh indah seumuran denganku,sepertinya aku
megenal wanita itu,aku terdiam melihat dan memandang nya seolah tak percaya
bahwa dia adalah seseorang yang aku kenal.Ya,wanita itu adalah Vita,teman ku
yang aku sayangi dan sempat menjadi kekasih Soni.Dia juga memandangku seperti
aku memandangnya,tiba tiba iya berteriak “Maaacckkkk…. !!!” dan langsung
memelukku dan tak tau kenapa dia menangis,Mungkin saat itu dia langsung
terkenang masa lalunya.”Ayo masuk,aku sudah menunggumu dari dulu untuk dating kerumahku,ngomong-ngomong
tahu darimana rumahku? “ Tanya nya sambil mengambil 2 buah botol minumanyang dari kulkas,”kok malah ngelamun,bingung ya
kenapa bodyku jadi sexy begini,??? Haha” bicaranya lagi seperti dulu dan masih
saja seenaknya. “emang ini rumah mu?” tanyaku sambil melihat alamat saudaraku
yang aku tulis,wah ternyata aku salah masuk gang perumahan,sampai-sampai aku
gak tau minuman apa yang aku minum.Ternyata minuman yang diberikan adalah
sebotol beer.Tersedak karena minuman itu,betapa bodoh nya aku bias sampai salah
masuk,mungkin karena tadi aku melihat seorang wanita di jalan masuk gang itu
dan salah masuk lah jadinya.Tapi tak apa,aku juga senang bertemu dengan dia
juga setelah 3 tahun tak bertemu dengannya waktu kejadian memilukan itu terjadi.”iya
ini rumah ku yang baru,baru pindah sih karena aku baru aja cerai sama
suamiku,dia itu orang nya kasar,pemarah,juga pencemburu,tapi kalo dia jalan
sama cewek lain malah aku yang dimarahin karena mengganggu
kerjaannya,huhh…pusing !!!” cerewet dan
bicara nya seperti kereta api,masih aja vita yang dulu yang pernah
kukenal.”ah,kok malah jadi curhat,,hahaha” plaakkkk….ketawa nya sambil menampar
pundakku. “kenapa kau jadi lembek gitu sama pria? Wah wanita kalo sama suaminya
sendiri ternyata takut juga ya,hahahahaha “Tanya ku sambil tertawa karena
wajahnya yang lucu saat menampakkan wajah sedihnya,”ah,kamu apaan sih,gak tau
juga ya mungkin karena aku sayang dengannya juga,ah gimana kabar andre doni
sama sandi,jadi apa sekarang mereka? “ Tanya nya, “doni sama andre kerja di
bengkel deket sini,kamu tak pernah lihat dia ya,” jawabku sambil menunjukkan
arah tempatnya merka bekerja,”kalau sandi sudah berhasil dengan bandnya,sudah
sampe Jakarta dia,tapi aku tak pernah ketemu pas dia dijakarta,karena aku
sendiri sibuk dengan pekerjaanku.” Terusku menjelaskan.”ah jedi teringat jaman
pas kita di jalanan,gimana ya kabar soni disana?aku kangen dengannya,mungkin
sekarang dia bahagia disana setelah apa yang terjadi dulu” bicaranya sambil
meneteskan air mata “sudah lah…” jawabku sambil menepuk punggung nya dan
menyandarkannya di bahuku “dia sudah bahagia disana,jangan memikirkan dia
lagi,bias-bisa soni malah sedih karena dirimu ang terlalu mengharapkan dia
kembali kepelukanmu,entar malah hantu jin yang dating,hahaha” bicaraku sambil
bercanda mencairkan suasana yang kebetulan aku juga bersedih memikirkan soni.Kami
berbicara banyak tentang kejadian setelah kami berpisah selama 3
tahun.Tiba-tiba dia berkata “kamu masih sayang sama aku,mack? “ tanyanya,
“masih lah,aku sayang sama kamu,sama mereka juga,sampai sekarang aku masih
mikirin kamu,hehe “jawabku sambil tersenyum.”eh jam berapa ini,wah udah jam
10,wah besok aja deh kerumah saudara,sekarang cari hotel terdekat,dimana ya
kamu tau gak?” tanyaku sambil kebingungan untuk mencari nomor telpon hotel
didekat perumahan itu, “gak ada,jauh kalo dari sini,tidur disini aja gak apa
sambil nemenin aku,lagian aku sendirian disini.” Jawab dia sambil tersenyum
dengan penuh harapan aku dapat menemaninya mala mini,walau kelihatan agak
sedikit memaksa agar aku menginap. “waduh,gak enak aku sama tetangga disini,”
jawabku,”gak apa,gak ada ang peduli diperumahan sini kok,dijakarta juga sama
kan kalo tinggal di komplek perumahan apalagi komplek nya orang-orang kaya,haha
“ paksa nya agar aku menginap, “ya gak apa dah,ada kamar 2 disini kan?
“tanyaku,”gak adatidur dikamarku aja,katanya kamu masih sayang sama aku,jadi
temenin aku,lagipula gak ada ang marah kok,soni pun mungkin akan senang kalau
ada kamu disampingku mala mini.” Jawab nya. “mmm…ya udah lah.terserah nyonya
rumah aja,yang penting ada makanan gak sekarang,laper nie haha “ celoteh ku, “
ada kok,sini aku masakin masakan kesukaan mu dulu yang sering kita beli di
warteg dekat base camp kita.” Jawab nya sambil berjalan menuju dapur dan
mengajakku juga.
Lama kami mengobrol juga di dapur sambil makan
masakan yang dimasak nya,aku tau mungkin tak akan lama bias bersamanya terus
karena aku juga punya kekasih di Jakarta.Malam sudah semakin larut dan kita
beranjak ke kamar untuk tidur,dan aku masih kepikiran bagaimana ini akan
bertahan. Sebelum tidur aku mencium nya agar dia tenang saat bermimpi dan tidak
terganggu oleh masalah yang sedang dihadapinya.Dia tidur dalam pelukanku,aku
pun memeluk nya agar tubuh kami hangat karena AC yang dinyalakan begitu dingin.Seperti
biasa aku tak bias tisur,hanya melihat langit-langit dan membayang kan apa yang
akan terjadi besok.Jam 03.00 pagi,aku masih saja tidak bisa tidur,”belum tidur
kamu? “ Tanya vita sambil berusaha membuka matanya, “belum,aku gak bisa tidur
kalo bukan ditempat yang aku sering buat tidur.” Jawabku “lah kok kamu
terbangun?mimpi buruk ya? “ terus ku bicara.”iya,mimpi kamu sama aku lagi nikah
disebuah tempat dekat pantau hehe” jawab nya sambil memelukku erat “jangan
tinggalin aku ya sekarang,aku ingin Cuma kamu yang menjagaku setiap waktu.”
Terus nya bicara sambil meneteskan air matanya yang membasahi kaos ku, “jangan
nangis donk,aku gak janji akan terus bersamamu selamanya,tapi aku aka nada
untuk kamu saat kau butuhkan aku,hanya saja sekarang aku tinggal di
Jakarta,gimana coba?” tanyaku,”aku akan ikut kamu kemanapun kau pergi,aku juga
akan mencari pekerjaan karena aku sudah mempunyai syarat yang cukup untuk bekerja di kantoran,”
jawab nya.Ternyata selama 3 tahun ini dia khursus di sebuah lembaga yang diselenggarakan
oleh universitas negri untuk anak-anak yang putus sekolah dan bisa langsung
melanjut kan kuliah nya dengan beasiswa yang dia dapat bila bisa mendapat kan
nilai yang bagus dan berada diperingkat 5 besar.Dia masuk tes dan mendapatkan
beasiswa itu,yang lebih hebat lagi dia beada diperingkat 2.Dan yang diperingkat
1 adalah mantan suaminya sendiri katanya,karena pertemuan itu juga dia menikah
dengan nya setelah lulus khursus 3 bulan,dan kuliah D2 2 tahun,karena bia ingin
melanjutkan kuliah nya ke D3 dikenakan biaya yang begitu besar baginya.Jadi dia
tak sanggup membayarnya dan terpaksa berhenti di D2.Udah enak juga sih kuliah
sampe D2,apa lagi semuana dibayarin kecuali uang buat jalan-jalan.”entar pagi
aja kita bicarain tentang itu,kita juga baru bertemu kan setelah 3 tahun.”
Bicaraku kepadanya. “ya udah,aku mau tidur dulu udah mulai seperempat nie
mata.selamat tidur ya…”.Saat menikah dengan suaminya dia sudah mempunyai anak
satu tapi hak asuh anak nya di ambil sumaninya karena dia terbukti tidak bisa
mencukupikebutuhan untuk anaknya dan dirinya sendiri setiap harinya.Dia pun
ikhlas dengan anaknya,dia juga tahu dengan ketidakmampuannya itu dan rumah ini
adalah harta goni-gini dari perceraiannya.Harta satu-satunya yang dia
miliki,katanya mau dijual dan akan pulang ke kampong halamanya tapi belum ada
yang mau beli,mungkin dia kurang memberi
informasi tentang rumahnya.Menurut ku
rumah ini bagus karena bergaya konsep minimalis sedang tapi masih terlihat
mewahdengan perabotan dan model rumah bergaya modern klasik mirip rumah gaya
inggris dengan cat Putih dibagian luarnya bergariskan warna biru,lalu interior
nya berwarna biru laut sesuai dengan perbotan rumah nya yang seakan seperti
dipantai.Dapur nya lebih terkesan klasik dengan gaya eropa,seperti cita-citanya
ingin pergi ke eropa.
Pagi itu sekitar jam 8 pagi,aku terbangun
karena ada seseorang yang menggedor-gedor pintu rumahnya.pikir ku mungkin orang
yang mau membeli rumah nya,ternyata bukan.Pelan-pelan aku buka pintu nya dan
aku melihat seorang lelaki berwajah kalem tapi kayaknya sedang marah karena
sesuatu,”maaf,ana siapa ya?” tanyaku,”saya mantan suaminya …!!! Kau
siapa?jangan-jangan kau yang selama ini membuat aku dan vita bercerai,kau soni
ya?? “ jawabnya dengan nada tinggi membuatku hamper naik darah, “eitss,sabar
mas,aku bukan soni,kenalin aku mack temen deketnya vita dulu,jangan menuduh
sembarangan mas,vita sudah beru tahu aku masalahnya dengan mas,jadi silahkan
masuk dulu mas,jangan emosi dulu,” jawab ku dengan agak kalem.”tak perlu,aku
hanya butuh dia,dimana pelacur itu sekarang? Mentang-mentang udah pinter jadi
ingin seenaknya aja dia ingin minta cerai dan mengambil sebagian hartaku” jawab
nya dengan nada yang lebih tinggi lagi bahkan menyebut dia sebagai pelacur,aku
tak bisa menahan emosi lagi, “^%&^&&^,” kataku,lalu
“gaplookkkk,gubrak” aku pukul tepat di wajahnya dan membuat nya berdarah
dihidung dan mulut.Lalu yah gitu,dia pingsan seketika setelah aku hantam
dia.Ada wanita sudah agak tua sekitar umur 45 tahun turun dari sebuah mobil sedan
mewah dan berteriak “Azizzzz….!!!! “ dan menghampiri pria yang kupukul
tadi,namanya aziz ternyata,tapi bukan aziz gagap.”apa yang kau lakukan terhadap
anakku? “ kata ibu itu,langsung aku bawa kedalam dan kutidur kan disofa yang
agak panjang,aku ambil air es dan kain untuk mengompres ke muka sebelah kirinya
agar memar nya hilang dan tak lupa kubawa kotak obatyang sudah tersedia.ibu itu
masih aja menangisi putra nya yang pingsan karena kuhajar,lalu vita pun
terbangun dari tidur nya dan bertanya “apa yang terjadi? Ibuuu !!! “ kata
vita,”vita?? Kemana aja kamu? “Tanya ibu itu, sambil memeluk nya,vita juga
menghampiri pelukan ibu itu,mereka menangis mungkin karena setelah perceraian
mereka belum pernah bertemu.”aku kan sudah tulis pesan dan kusampaikan pada pak
ade(supir),aku akan dirumah itu kalau ibu ingin bertemu,tapi jangan ajak
aziz,gitu bu” jawab vita yang menangis.singkatnya mungkin pak ade(sopir) salah
meletakkan surat di tempat dekat setir mobil,dan keburu di lihat oleh aziz anak
nya ibu itu,dan hari ini secara kebetulan aziz akan berangkat ke rumah ini
bersamaan dengan ibunya,tapi keduluan aziz dan terjadilah kejadian itu.Lalu
aziz siuman dari pingsan nya dengan muka agak sadar dia ingin berdiri tapi
malah jatuh dan terduduk disofa itu,”bu,kenapa ada disini,aku ingin bicara
berdua saja dengan vita,uhuk uhuk “ bicaranya agak rancau setelah kupukul tepat
diwajah nya tadi.”essttt,,,begini saja kalian diskusikan masalah ini agar
selesai dan berakhir bahagia dan jangan saling menyalahkan” kataku agar masalah
tak bertambah buruk,dan aku yang sengaja menengahi masalah mereka. “mari duduk
dulu ibu sama vita agar enak bicaranya” kataku lagi,permasalahanya pun hanya
sakit hati setelah ku dengar cerita dari mereka bertiga,awalnya diskusi itu
agak sengit tapi lama-lama sudah mendingan dan tak ada yang emosi.Pantas lah
seorang pria ingin memiliki banyak wanita diamping nya,tapi bukan dengan jalan
selingkuh seperti yang aziz lakukan.Apalagi
wanita yang dia ajak selingkuh itu ada 3 orang,dan vita merasa dirugikan
karena jarang mendapat kebutuhan batin dan lahir dari suamnya.Dia tahu suaminya
berselingkuh tapi di diam saja Karena sedang mengandung anaknya.Singkatnya
sekarang permasalahan itu sudah selesai,vita tidak ingin kembali lagi karena
sudah sakit hati,dan aziz pun sudah agak tenang menerima itu karena dia
berpikir mungkin ini adalah salahnya sendiri.sambil bersedih menundukkan
kepalanya.ibunya pun hanya menangis dan meminta maaf kepada vita dan
kepadaku.Aku pun minta maaf karena telah memukulnya sampai dia pingsan.mereka
pun berpamitan,”vit,kalau kamu masih boleh main kerumah ibu kok,pintu itu
selalu akan terbuka buat kamu,ajak temenmu juga,karena kulihat dia baik dan
dewasa sekali dalam mengambil keputusan saat bicara tadi ..”kata ibu itu,waduh
aku pun merasa tersanjung dengan pujian itu karena kadang aku masih saja
seperti anak kecil.”terima kaisih bu,pasti aku akan main kerumah ibu,apa lagi
lusa Lily berumur satu tahun kan,aku pasti dating,tapi tak tau dengan temenku
ini,jangan bilang dibegitu bu,ngurus diri sendiri aja gak bisa,lihat tu pakaian
yang dipakainya,,,hahaha “ katanya sambil bercanda,”ah,kalo soal ini ya ini lah
aku begini,dari dulu beginilah saya bu,suka apa adanya,”kataku.mereka pun pergi
dengan senyuman yang mereka bawa,dating dengan emosi dan pulang dengan senyuman.”terima
kasih ya,sudah menyelesaikan masalah antara aku dan keluarga mereka,terus
gimana soal tadi malam.jujur aku tak bisa hidup sendiri seperti ini tanpa ada
seseorang yang mengasihi ku.” Katanya,aku berpikir keras mencari solusi masalah
nya sekarang,satu sisi aku tak bisa meninggalkan dia sendiri karena dia hidup
sendiri sekarang tanpa orang tua dan saudarany,disatu sisi aku masih punya
seseorang disana.sambil duduk aku mencoba berpikir agak lama.”mack, !!! kok
malah ngelamun,gimana boleh gak? Kalo gak boleh gak apa,aku akan hidup
dijalanan lagi.” Katanya sambil memalingkan muka yang tadinya ada dipundakku
sambil menangis.”haduh,udah lah jangan menangis lagi,kelihatan cantik nya kalo
kamu nangis,tenang aja,kamu boleh tinggal bersamaku dijakarta,entar aku cariin
pekerjaan yang bisa kamu lakukan dengan ijasah mu itu.” Jawab ku sambil
merangkul nya dan mendekatkan kepalanya ke dadaku.”aduh jam berapa lagi
nie,udah siang juga,aku mau mandi dulu ya kamu gak ada acara kan hari ini entar
aku ajak kerumah saudaraku.” Kataku sambil melepaskan pelukan vita.”ya udah,ayo
mandi bareng aja,hehe,ayo lah aku pengen itu…” katanya.Disitu ada 2 kamar mandi
sih,tapi dia memaksa ya ayow lah haha.gak mau kok dipaksa,yamau.wah sori
ya,kalo yang bagian ini disensor,kita lanjut aja kebagian selanjutnya.
Jam 11 siang kami berangkat ,menuju perumahan
saudaraku dengan mobil ku.awal nya dia tak percaya kalo aku punya mobil ini
tapi setelah aku perlihatkan mobil ini baru dia percaya.”hebat banget kamu
kerja 3 tahun udah dapat mobil begini.” Katanya memuji ku.aku hanya tersenyum
mendengarnya,karena hanya dia temanku dan keluargaku memujiku seperti itu.kakak
nya kekasihku yang dijakarta adalah atasanku,dia memiliki mobil mewah 3.Dia
mengejekku yang mempunyai mobil butut seperti ini walaupun gak secara
langsung,sama juga dengan keluarganya gak beda jauh.gak protes sih,memang
keluarganya orang terpandang dan mempunyai prusahaan yang banyak.Dan perusahaan
tempat aku bekerja adalah salah satunya,jadi anak nya diwarisi perusahaan itu
oleh bapak nya.Tapi aneh juga,bapak nya memang mengejekku tapi dengan bahasa
yang sopan dan terkesan nasehat bagiku.dan dia malah memuji hasil pekerjaan ku
diperusahaan itu yang membuat nya untuk besar,malah aku disuruh menjalankan 1
perusahaan nya yang ada dikota Yogyakarta setelah aku menikah dengan
putrinya.Pertama kali mendengar sih senang juga tapi sekarang aku kepikiran
dengan keputusan itu karena ada vita sekarang yang harus aku buat dia
bahagia.Aku belum bisa mengatakan yang sejujurnya sekarang pada vita maupun
Dinda(kekasihku yang dijakarta),yang aku pikirkan saat ini hanya menjalaninya
saja.Semoga Tuhan memberikan jalan yang baik bagiku,jodoh takkan kemana kata
orang tua.Oh lupa,di dalam mobil kami masih saja membicarakan kenangan masa
lalu kami.Sampailah aku dirumah saudaraku,kami turun dari mobil dan langsung
menuju rumah yang dituju.Diperumahan itu ada tempat khusus parkir mobil agar
tertata rapi dan tidak ada mobil yang
menghalangi jalan seperti di Jakarta,agak jauh sih tapi ya tak apalah yang
penting aman.kulihat hari ini vita begitu cantik dan menggoda,ah mungkin
cintaku kepadanya dulu masih saja membayangi ku ya sampai saat ini.aku berjalan
menuju rumah itu dan mendapati perempuan yang masih labil ada didepan rumah
itu,ya dia sepupu ku yang meminta dibelikan laptop untuk melanjutkan sekolah
nya ke jenjang kuliah.mereka keluarga yang berkecukupan sih tapi aku sudah
janji akan membelikan nya laptop karena aku telah dibantu keluarganya mencari
pekerjaan di Jakarta dan menempati salah satu kontrakan milik saudara jauh
Lina(sepupuku).”hai little princess.gimana kabarmu hari ini? Hahaha “ sapa ku
kepada lina,begitulah aku memanggil nya setiap aku bertemu dengannya atau ada
telepon/sms darinya.”ditunggu dari kemarin gak dating-dateng,kemana aja kak? “
Tanya lina sambil memelukku seperti anak kecil saja walaupun sudah mau menjadi
mahasiswa.”ah maaf kemaren kakak salah rumah,lupa jalan masuk rumah kamu yang
kayak istana presiden ini,hahaha,tapi untung itu rumah milik temen kakak jadi
gak malu,” jawab ku sambil mencubit pipi nya yang seperti bakpao dari
China.”pasti kerumah kakak cantik yang disana itu ya,ah aku cemburu ni kalah
cantik sama dia….huhuhu “ kata lina saat melihat vita berjalan menuju tempatku.”oh
iya,kenalin ini temen kakak namanhya vita,dia yang aku pernah ceritakan dulu
pas masih labil kayak kamu,…..” kataku sambil mendorong lina untuk berkenalan
dengan vita.”hai adek kecil,namaku vita,kamu siapa? “ Tanya vita,”ah kak,jangan
panggil adek kecil donk,malu badan udah gede kayak gini,huhuhu,nama ku lina
kak,” jawab lina sambil bersalaman dengan vita, “ayo kakak berdua,masuk sini
aku sudah menyiapkan hidangan kesukaan kakak,makan dulu aja kak dina sama kak
rio belum pulang dari kerja,papa lagi sibuk ngurusin pekerjaan nya,sedangkan
mama kayaknyalagi tiduran di kamar,sekarang mama sering sakit-sakitan
kak,maklum udah tua,jadi yang ngerawat mama sekarang aku sama kak dina,”
katanya nerocos saja menjelaskan,”sejak kapan ibu sakit-sakitan?pasti tingkah
nakalmu yang bikin ibu stress,yak an hahaha “kataku becanda dengan lina,dan dia
hanya manyun aja.lina pergi ke kamar ibunya melihat keadaan ibunya yang
terbaring dikasur.lalu dia kembali lagi dan berkata “makan dulu aja yuk
kak,mama masih tidur,aku gak enak kalo ngebangunin mama yang sedang
istirahat,entar paling kalo lapar mama bangun dan memanggil ku.” ,lalu aku
jawab “ya udah,kebetulan kami belum sempet sarapan pagi karena bangun nya
kesiangan,” ,vita meneruskan “ iya nie lin,dia ini memang malas dari dulu,mandi
aja Cuma 1 kali sehari,malah kadang 2 hari gak mandi,apalagi tidur nya,dari
malem bisa sampe malem lagi,haha”,lina ketawa mendengar guyonan vita yang
mengejekku karena dulu aku memang begitu,”emang dulu aku begitu,tapi sekarang
beda,tu buktinya mobil yang didepan sana,” terus ku menjawab,sambil berjalan
menuju dapur,sambil makan kami mengobrol banyak tentang aku dan vita sedangkan
lina malah curhat soal pacarnya yang selingkuh sama cewek lain.Yah biasalah
namanya aja ABG,masih labil dan harus belajar untuk menjadi dewasa.Selesai
makan kami ke teras untuk bersantai sambil menikmati pemandangan buatan yang
ada di rumah lina ,”oh ya lupa kau bawa pesananmu itu,bentar ya aku ambil di
mobil dulu,kalian berdua ngobrol disini gak apa ka,haha “ Tanya ku,sambil
menyalakan rokok yang
kukeluarkan dari celanaku yang tinggal satu batang,soalnya seharian ini belum sempet ngrokok
sih.”iya kak,tenang aja,aku baik-baik kok sama kak vita,lagi pula kami berdua
ini perempuan cantik-cantik,jadi yang jelek silahkan ambil pesenan sekalian kak
beliin cemilan apa gitu,biar gak sepi ini mulut,hehe” katanya sambil ngeledek ku dan menyuruhku untuk
beli cemilan,” iya tuan putri lina yang manja dan nakal,entar sekalian toko
sama penjualnya aku beliin.entar kalo ada apa-apa tinggal telpon kakak lin,aku
tinggal bentar ya vit,jagain tuan putri yang manja ini,ok,haha”
jawabku,”iya,udah sana berangkat aku pengen ngobrol sesama wanita aja dengan
lina,udah lama gak ngerumpi.hihihi” jawab vita sambil merangkul lina seperti
adik nya sendiri.”ih kakak,aku kan udah gede,kenapa masih aja dibilang tuan
putri..!” lina menjawab kataku,aku langsung pergi menuju mini market yang ada
didekat perumahan.Disamping itu lina bertanya pada vita “ kak vita,sudah tau
belum kalau sebenarnya kak mack udah punya pacar?dia orang jakarta..” vita
meenjawab “ apa iya? Mack gak pernah cerita tu..”,setelah panjang lebar mereka
mengobrol tentang aku pacarku yang ada dijakarta,vita berpikir “mungkin mack
gak mau nyakitin perasaan ku yang sedang dalam masa sulit”.Setelah aku membeli
rokok aku langsung menuju rumah nya,disana hanya ada vita yang sedang duduk
melamun memikirkan apa yang tadi lina bicarakan.”hei,,,bengong aja,nie minum”
kataku sambil menyodorkan minuman bersoda kesukaan nya,”ouw,bikin serangan
jantung aja kamu,makasih mack” katanya kaget saat aku mengagetinya dari
belakang.”Mikirin apa sih vit?” tanyaku,”gak kok,gak pa2,hehe” jawab nya sambil tersenyum.Lalu tiba-tiba dia
mencium bibir ku,sebuah kecupan manis dari seorang yang selalu ku sayang dari
dulu.